Badan Usaha Dan Kualifikasi Usaha

Kota Manado sebagai ibukota Provinsi Sulawesi Utara memiliki peranan utama dibandingkan dengan kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara dalam hal pembentukan perekonomian Sulawesi Utara. PDRB per kapita yang mencerminkan tingkat produktivitas tiap penduduk menunjukkan bahwa penduduk Manado lebih produktif dibandingkan penduduk kabupaten/kota lainnya di Sulawesi Utara. Pada tahun 2014 PDRB ADHB per kapita Kota Manado mencapai 53 juta rupiah per tahun. Produk Domestik Bruto Kota Manado sejak tahun 2014, oleh Badan Pusat Statistik, telah menggunakan tahun dasar 2010 sebagai dasar perhitungan PDRB atas dasar harga konstan, menggantikan tahun dasar sebelumnya yaitu tahun 2000. Namun perlambatan pertumbuhan ekonomi di tahun 2014 tidak berbanding lurus dengan PDRB yang terus meningkat, demikian juga nilai PDRB/kapita.

Ia tidak pernah memberikan kesempatan kepada siapa pun untuk melakukan perdagangan rempah-rempah dan hasil bumi lainnya secara perorangan, baik dengan Eropa maupun negeri-negeri Asia lainnya. Perdagangan gelap hanya dapat dilakukan hanya dengan risiko yang sangat besar. Berawal dari itu, Raja Kertanegara pun fokus dalam mempertahankan kekuatan pertahanan lautnya.

Kebanyakan alasan pedagang kaki lima tidak mendaftarkan ke pihak pemerintah mengenai usahanya ialah karena masalah biaya untuk mengurus surat izin usaha tersebut. Lalu, seperti apa sertifikasi usaha yang di butuhkan untuk bidang usaha atau kegiatan usaha di sektor pariwisata? Salah satu bidang usaha berizin TDUP adalah perusahaan penyedia jasa makanan dan minuman seperti restoran atau catering. Sertifikasi untuk kedua usaha tersebut bisa berupa sertifikat laik hygiene.

Ini berimplikasi pada asumsi bahwa tidak akan pernah terjadi ketidakseimbangan dalam ekonomi. Kegiatan produksi dengan sendirinya akan menciptakan permintaannya sendiri, maka tidak akan terjadi kelebihan produksi dan pengangguran. Implikasi selanjutnya, tidak perlu ada intervensi pemerintah dalam kegiatan ekonomi. Intervensi pemerintah dianggap justru akan mengganggu keseimbangan alamiah. Asumsi inilah yang menjadi piranti keyakinan akan kehebatan pasar dalam menyelesaikan semua persoalan ekonomi. Indikator yang sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi adalah Indeks Harga Konsumen .

Oleh karena itu, menurut Harry A. Poeze, VOC akhirnya mengeluarkan aturan untuk membatasi budak yang boleh dibawa ke negeri Belanda. Bukan hanya dibutuhkan sebagai tenaga kerja, budak pun dibutuhkan sebagai simbol status sosial. Tak heran jika budak akan dirawat sebaik mungkin, meski nyatanya banyak terjadi penindasan.

Membuat sebauh perdagangan besar

Di tengah menghadapi masalah ini, datanglah penguasa dari daerah Kediri secara tiba-tiba yang bernama Jayakatwan. Ia melakukan pemberontakan meskipun Raja Kertanegara sudah memperhitungkannya dan mengambil anak Jayakatwang sebagai menantunya. Selain dalam hal pertanian yang menjadi mata pencaharian utama masyarakat pada kerajaan ini, terdapat pula perdagangan yang juga menjadi sektor perekonomian sekaligus kehidupan dari masyarakatnya. Dengana adanya Sungai Brantas tentu saja lalu lintas perdagangan dari kerajaan ini menjadi semakin mudah untuk berbagai wilayah.

Dampak perubahan suku bunga kepada kegiatan ekonomi juga mempengaruhi ekspektasi publik akan inflasi . Penurunan suku bunga yang diperkirakan akan mendorong aktifitas ekonomi dan pada akhirnya inflasi mendorong pekerja untuk mengantisipasi kenaikan inflasi dengan meminta upah yang lebih tinggi. Upah ini pada akhirnya akan dibebankan oleh produsen kepada konsumen melalui kenaikan harga. Mekanisme bekerjanya perubahan BI Rate sampai mempengaruhi inflasi tersebut sering disebut sebagai mekanisme transmisi kebijakan moneter.

Artinya, jika Amerika Serikat membeli pakaian dari Indonesia, dapat dikatakan bahwa Amerika Serikat melakukan impor pakaian. Dalam abad ke-17, Heereen Seventien sampai kewalahan menangani soal budak yang dibawa orang Belanda yang pulang dari Nusantara. Markas VOC di Amsterdam direpotkan mengurusi perawatan budak yang ditinggalkan pemiliknya dan disibukan pula oleh para budak yang minta dipulangkan ke negeri asalnya. Kerajaan ini mampu menghasilkan pertanian atau hasil bumi yang cukup melimpah. Hal inilah yang dapat membuat Raja Kertanegara bisa memperluas wilayahnya menjadi lebih strategis dalam hal perdagangan.